Saturday, February 25, 2012 0 comments

Lilin

Dia bisa menerangi sekelilingnya,
Terlihat brguna skali bukan?
Tp dy hny diam dan meleleh.hbis dbakar oleh api.
Ya,
Walaupun harus diam dan dbakar hbis,dia brguna..
Dy masi bsa dbntuk lagi,meski hnya serpihan kecil yang tercecer..
Published with Blogger-droid v1.7.4
Friday, February 24, 2012 0 comments

Kota Kecil ku

Kota kecilku suda bnyk brubah.
Bru ku tinggal 1 1/2 tahun untk mencari ilmu di kota orang,kota ini bnyk berubah :)
Depot favoritku dan keluarga mulai trgusur oleh restoran siap saji..
Alun - alun brubah fungsi,dlu tmpt rekreasi kluarga skrg jd tempat memadu kasih muda mudi..
Distro - distro menggantikan toko baju lama..
Ah modernisasi
Published with Blogger-droid v1.7.4
Wednesday, February 22, 2012 0 comments

8 Kebohongan Ibu

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan,ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku,
ibu berkata :

“Makanlah nak, aku tidak lapar”
———-KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk
petumbuhan anaknya.
Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera.
Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata:

“Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku,ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku,
melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api.
Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.

” Ibu tersenyum dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa
jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental.
Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum.

Ibu berkata :”Minumlah nak, aku tidak haus!”
———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri.
Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalahbesar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka,

ibu berkata: “Saya tidak butuh cinta”
———-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut.

Ibu berkata : “Saya punya duit”
———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan.
Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika.

Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa”
———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkenapenyakit kanker lambung,harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu
yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya.
Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi
seperti ini.
Tetapi ibu dengan tegarnya berkata :

“jangan menangis anakku,Aku tidak kesakitan”
———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
—ooOOOoo—




Tuesday, February 21, 2012 0 comments

Kisah Sepotong Kue

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam.
Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba.
Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan sekantong kue di tokobandara, lalu menemukan tempat untuk duduk.Sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalamkeasyikannya , ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu beranimengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka.Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Iamembaca, mengunyah kue dan melihat jam.Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Iasemakin kesal sementara menit-menit berlalu.
 
Wanita itupun sempat berpikir: "Kalau aku bukan
orang baik sudah  kutonjok dia!“.
Setiap ia  mengambil satu kue, Si lelaki juga
mengambil satu.Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa
yang akan dilakukan lelaki itu.Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kueterakhir dan  membaginya dua.
Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonyalagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir : “Ya ampun orang iniberani  sekali, dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih”.
Belum pernah rasanya ia begitu kesal.Ia menghela napas lega saat  penerbangannya diumumkan.
Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. 
Menolak untuk menoleh pada si "Pencuri tak tahu terima kasih".
Ia naik pesawat dan duduk  di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampirselesai dibacanya. Saat ia  merogoh tasnya, ia menahan nafas dengan kaget.
Disitu ada kantong kuenya, di  depan matanya !!!
Koq milikku ada disini erangnya dengan patah hati.
Jadi kue  tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi. Terlambatuntuk minta maaf, ia  tersandar sedih.Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu
terima kasih.
Dan dialah pencuri kue itu !
Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi.
Kita sering  berprasangka dan melihat orang lain dengankacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka burukterhadapnya.                    
Orang lainlah  yang selalu salah
Orang lainlah  yang patut disingkirkan
Orang lainlah  yang tak tahu diri
Orang lainlah  yang berdosa
Orang lainlah yang selalu bikin masalah
Orang lainlah  yang pantas diberi pelajaranPadahal             
Kita sendiri yang mencuri kue tadi
Kita sendiri  yang tidak tahu terima kasih.
Kita seringmempengaruhi, mengomentari , mencemooh pendapat,penilaian atau  gagasan orang lain . Sementara sebetulnya kita tidak 
tidak tahu betul permasalahannya.



0 comments

I Miss You, Dad

ayah,
aku seakan tak mengenalmu lagi..
ayah sudah berubah.
aku rindu ayah yang dulu, ayah yang selalu ada ketika aku pulang ke rumah..ayah yang selalu mengisi siang menjelang sore dengan dengkuran tidur siangnya..
ayah yang yang minum kopi di sore hari, atau ayah yang menonton drama korea dengan kami..
mungkin beban pekerjaan ayah sudah bertambah sangat banyak ya??
atau mungkin jam kerja ayah ditambah begitu banyak untuk mencukupi kebutuhan kami?
walau terselip satu rasa tak suka dengan keadaan seperti ini..
aku tau, anda ayah paling hebat..

orang yang paling ingat tanggal ulang tahunku meski jarang mengucapkannya secara langsung padaku..
orang yang paling benar mengeja namaku, ya nama indah pemberianmu..
orang yang paling sering bertanya tentang lelaki yang sedang denganku :)
orang yang tak marah bila aku terkadang menyakitinya..
orang yang paling marah ketika aku mulai berkata kasar pada ibu :)

ya ayah,
kami sangat merindukanmu..kami merindukan kebersamaan kita dulu.
semoga Allah selalu melindungi ayah..
peluk dan cium untukmu, Yah :)
 
;