Selalu sama..
selalu terjadi..fase seperti ini terus berulang - ulang..
terkadang aku lelah dan ingin berhenti. sejenak berpikir apa salahku hingga harus begini terus?
berulang kali kamu meminta maaf atas kesalahan yang sama..
berulang kali aku harus menangis dan membencimu untuk hal yang sama..
sebagai wanitamu aku harus bagaimana?
apa aku kurang sabar menghadapimu?
apa aku terlalu manja dan menuntut macam - macam padamu?
jika iya, maafkan aku membuat kesabaranmu habis..
aku tahu kamu sedang sibuk untuk mengerjakan sesuatu..tapi bukan begini juga kan caranya?
bagaimana jika kita balik posisinya..
dan kamu juga sudah pernah merasakan di posisiku kan?
dan kamu sudah bilang itu tidak menyenangkan..tapi kenapa harus aku mengalami fase seperti ini berulang - ulang?
jika kamu lelah..
berhentilah sejenak..bergelutla dengan kesibukanmu..
aku diam dan menunggu..
memberi semangat melalui doa..
jika kamu sudah tidak tahan..
pergilah.
karena itu akan lebih baik daripada aku harus membencimu karena membuatku menangis semalaman.
sudah kubilang, aku tidak pernah ingin percaya semua perkataanmu..
karena pada akhirnya kamu juga yang tidak bisa menepatinya..
sampai kapan harus aku yang mengejarmu?
sampai aku jatuh dan terluka?
atau sampai ada lelaki baik hati dengan senyum manis memabukkannya menolongku dan aku pun mulai terkulai oleh pesonannya?
harus menjadi wanita seperti apa untuk mengerti mu?
bawakan 1 saja wanita yang tidak bersedih jika kau beginikan padaku..
jika dia lebih baik, pergilah untuknya.
hai tuan..
sebagai wanitamu aku harus bagaimana lagi?
sudah berlari sejauh ini, tapi yang dikejar semakin jauh..
ketika harapan mulai menjadi asa, Allah meyakinkanku untuk berhenti..
bukan berhenti menjadikan harapan itu pupus..
tapi berhenti sejenak, untuk merenung sejauh mana perjalanan ini sudah ku lalui..
Allah tahu mana jalan yang baik..
tapi hati dan akal yang bergolak ini yang memutuskan..
hati ini ingin melangkah terus..
tapi otak ini menunjukkan realita - realita yang membuatku harus berhenti..
setelah perdebatan panjang,
hatilah yang menang..
iya aku wanita, dan aku menjunjung tinggi itikad baik hati untuk terus berjalan meski otak selalu berkata bahwa kita sudah lelah..
sekali lagi realita berbicara dan otak sudah mengingatkanku untuk berhenti..
tapi hati tak ingin berhenti, hati menjunjung tinggi komitmen yang sudah dibuat..
jiwa wanitaku terus mengusik..menggelitik untuk terus percaya pada hati..
namun, aku tak sepenuhnya terlalu percaya pada hati..
dia sering kali rapuh..sering kali membuatku harus mengutuk diriku ketika menuruti panggilan hati..
lalu bagaimana?
apa aku harus berhenti seperti kata otak padaku?
atau aku harus maju seperti kata hati padaku?
aku memilih jalan tengah.
aku memadukan mereka dalam penantian yang indah.
aku membalutnya dengan kain kesabaran..merajutnya dengan harapan..dan membangunnya dengan pondasi komitmen..
Ya...
terkadang kita perlu berhenti untuk menapaki jalan ini..hanya sekedar untuk beristirahat dan memikirkan jalan mana lagi yang akan kita ambil.
ini bukan karena hati atau otak yang menguatkanku..tapi karena Allah tidak pernah pergi..Allah meminjamkanku bahunya dalam hamparan sajadah..
menghiburku dengan setiap lantunan doaku..
dan memintaku kembali berjalan sesuai dengan takdir yang sudah ditulis untukku
ketika harapan mulai menjadi asa, Allah meyakinkanku untuk berhenti..
bukan berhenti menjadikan harapan itu pupus..
tapi berhenti sejenak, untuk merenung sejauh mana perjalanan ini sudah ku lalui..
Allah tahu mana jalan yang baik..
tapi hati dan akal yang bergolak ini yang memutuskan..
hati ini ingin melangkah terus..
tapi otak ini menunjukkan realita - realita yang membuatku harus berhenti..
setelah perdebatan panjang,
hatilah yang menang..
iya aku wanita, dan aku menjunjung tinggi itikad baik hati untuk terus berjalan meski otak selalu berkata bahwa kita sudah lelah..
sekali lagi realita berbicara dan otak sudah mengingatkanku untuk berhenti..
tapi hati tak ingin berhenti, hati menjunjung tinggi komitmen yang sudah dibuat..
jiwa wanitaku terus mengusik..menggelitik untuk terus percaya pada hati..
namun, aku tak sepenuhnya terlalu percaya pada hati..
dia sering kali rapuh..sering kali membuatku harus mengutuk diriku ketika menuruti panggilan hati..
lalu bagaimana?
apa aku harus berhenti seperti kata otak padaku?
atau aku harus maju seperti kata hati padaku?
aku memilih jalan tengah.
aku memadukan mereka dalam penantian yang indah.
aku membalutnya dengan kain kesabaran..merajutnya dengan harapan..dan membangunnya dengan pondasi komitmen..
Ya...
terkadang kita perlu berhenti untuk menapaki jalan ini..hanya sekedar untuk beristirahat dan memikirkan jalan mana lagi yang akan kita ambil.
ini bukan karena hati atau otak yang menguatkanku..tapi karena Allah tidak pernah pergi..Allah meminjamkanku bahunya dalam hamparan sajadah..
menghiburku dengan setiap lantunan doaku..
dan memintaku kembali berjalan sesuai dengan takdir yang sudah ditulis untukku
judulnya aneh ya?
biar deh :p
tapi ini emang aku lakukan diam-diam tanpa lelaki ini tahu.
diam-diam aku sangat menyukai caranya tertawa, matanya yang sipit bikin dia keliatan merem! gemes, pengen nyubit, tapi ini diam-diam jadi aku cukup ngeliat sambil gemes aja.
diam-diam aku mengagumi kecerdasannya, iya lelaki yang udah hampir tiga tahun bikin hidupku penuh warna ini cerdas lho! kemampuan bahasanya bagus, leadershipnya lumayan, soal itung-itungan atau matematikanya juga bagus. diam-diam aku mengakuinya meski aku nggak pernah bilang dan selalu menanggapinya dengan guyonan.
diam-diam aku sebel juga sama lelaki ini, nggak peka, cuek, dan susah banget kalo nurut apalagi hobinya yang suka godain cewek :x
tapi diam-diam juga aku mengakui kalo aku istimewa baginya.benar-benar berbeda dan istimewa :')
tuh kan aku diam-diam terharu buat posting tulisan ini.
aku diam-diam nulis ini di sampingnya yang lagi serius banget.entah dia ini serius ngegame atau apa, tapi wajah seriusnya ini juga bikin gemes banget!!!
diam-diam aku suka senyum sendiri kalo liat dia lagi senyum-senyum gitu..
ah udah aku, aku udah ga tahan..gemes banget sama lelaki satu ini..
ini lho penampakannya.ganteng ya?
biar deh kalo yang lain bilang nggak ganteng, yang penting ganteng banget kok buat aku :p
ngga ada tandingannya. :D
biar deh :p
tapi ini emang aku lakukan diam-diam tanpa lelaki ini tahu.
diam-diam aku sangat menyukai caranya tertawa, matanya yang sipit bikin dia keliatan merem! gemes, pengen nyubit, tapi ini diam-diam jadi aku cukup ngeliat sambil gemes aja.
diam-diam aku mengagumi kecerdasannya, iya lelaki yang udah hampir tiga tahun bikin hidupku penuh warna ini cerdas lho! kemampuan bahasanya bagus, leadershipnya lumayan, soal itung-itungan atau matematikanya juga bagus. diam-diam aku mengakuinya meski aku nggak pernah bilang dan selalu menanggapinya dengan guyonan.
diam-diam aku sebel juga sama lelaki ini, nggak peka, cuek, dan susah banget kalo nurut apalagi hobinya yang suka godain cewek :x
tapi diam-diam juga aku mengakui kalo aku istimewa baginya.benar-benar berbeda dan istimewa :')
tuh kan aku diam-diam terharu buat posting tulisan ini.
aku diam-diam nulis ini di sampingnya yang lagi serius banget.entah dia ini serius ngegame atau apa, tapi wajah seriusnya ini juga bikin gemes banget!!!
diam-diam aku suka senyum sendiri kalo liat dia lagi senyum-senyum gitu..
ah udah aku, aku udah ga tahan..gemes banget sama lelaki satu ini..
ini lho penampakannya.ganteng ya?
biar deh kalo yang lain bilang nggak ganteng, yang penting ganteng banget kok buat aku :p
ngga ada tandingannya. :D
aku hanya gadis 17 tahun yang sedang patah hati.
semua orang bilang aku cantik, pandai, dan mudah bergaul. tapi kisah cinta pertamaku tidak semulus itu. aku kecewa, aku bersedih, dan aku patah hati pada cinta pertamaku.
betapa kejam orang - orang ini membuatku jauh darinya, betapa sadis orang - orang ini yang tidak bisa merasakan cinta berapi-api yang kurasakan.
apa salahnya seorang melia jatuh cinta pada Rei?
apa hanya karena kami sama - sama seorang gadis lantas orang - orang itu melarangku jatuh cinta pada Rei?
Reina, cinta pertamaku.
semua orang bilang aku cantik, pandai, dan mudah bergaul. tapi kisah cinta pertamaku tidak semulus itu. aku kecewa, aku bersedih, dan aku patah hati pada cinta pertamaku.
betapa kejam orang - orang ini membuatku jauh darinya, betapa sadis orang - orang ini yang tidak bisa merasakan cinta berapi-api yang kurasakan.
apa salahnya seorang melia jatuh cinta pada Rei?
apa hanya karena kami sama - sama seorang gadis lantas orang - orang itu melarangku jatuh cinta pada Rei?
Reina, cinta pertamaku.
aku duduk tercenung, aku menelpon handi, pacarku, berkali-kali.
hingga panggilan ke-50 barangkali, dia tak kunjung menjawab keresahan rinduku.
aku masih duduk di cafe yang sama ketika kami pertama kali bertemu, dan hari ini hari jadi kami yang kelima.
aku sudah memesan dua gelas lemon squash favorit kami dan sepiring Spaghetti Carbonara penuh keju favoritnya. aku mulai resah menunggu kekasih tampanku ini.
hingga minumanku tersisa beberapa tetes dan makanan favoritnya sudah menjadi dingin, dia tak kunjung datang.
telepon genggamku berdering, aha pasti handi!
tapi bukan, ini ibu handi.aku kecewa, tapi aku harus segera menjawab teleponnya. aku tidak mau dinilai sebagai calon menantu yang buruk.
aku menutup teleponnya dan segera bergegas ke toko bunga di seberang cafe ini.
aku hampir lupa kalo aku harus membeli bunga anyelir pink yang selalu diberikannya padaku.
dia bilang, aku tak boleh melupakannya makanya dia memberiku anyelir pink setiap hari.
dan kini aku memang tidak bisa melupakkannya dan aku selalu menghiasi pembaringan terakhirnya dengan anyelir pink favorit kami sejak tiga tahun yang lalu.
hingga panggilan ke-50 barangkali, dia tak kunjung menjawab keresahan rinduku.
aku masih duduk di cafe yang sama ketika kami pertama kali bertemu, dan hari ini hari jadi kami yang kelima.
aku sudah memesan dua gelas lemon squash favorit kami dan sepiring Spaghetti Carbonara penuh keju favoritnya. aku mulai resah menunggu kekasih tampanku ini.
hingga minumanku tersisa beberapa tetes dan makanan favoritnya sudah menjadi dingin, dia tak kunjung datang.
telepon genggamku berdering, aha pasti handi!
tapi bukan, ini ibu handi.aku kecewa, tapi aku harus segera menjawab teleponnya. aku tidak mau dinilai sebagai calon menantu yang buruk.
aku menutup teleponnya dan segera bergegas ke toko bunga di seberang cafe ini.
aku hampir lupa kalo aku harus membeli bunga anyelir pink yang selalu diberikannya padaku.
dia bilang, aku tak boleh melupakannya makanya dia memberiku anyelir pink setiap hari.
dan kini aku memang tidak bisa melupakkannya dan aku selalu menghiasi pembaringan terakhirnya dengan anyelir pink favorit kami sejak tiga tahun yang lalu.
Subscribe to:
Posts (Atom)


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact